Jumat, 27 Desember 2013

Bus Khusus Lumba-Lumba
Launching akan diselenggarakan pada tanggal 28-12-2013, turut juga mengundang pemerintah setempat dan akan dihadiri oleh perwakilan dari PKBSI.




Rabu, 18 Desember 2013



Wisata Indonesia Thesea Pantai Cahaya
Obyek Wisata Pantai Surga Dunia



  
Kendal. Cahaya
Pantai Cahaya merupakan salah satu objek wisata pantai yang populer di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, wisata pantai tersebut terletak dipesisir Pantai Utara Jawa tepatnya di desa Sendangsikucing Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.
Wisata Indonesia Thesea Pantai Cahaya adalah objek wisata pantai surga dunia dimana para wisatawan manca negara pernah singgah untuk berlibur disana diantaranya, turis Australia dan Singapore, mereka datang ke Indonesia pada umumnya untuk menikmati keindahan panorama pantai dengan hadirnya sunset yang begitu eksotic, selain Bali, Lombok dan Karimun. The Sea Pantai Cahaya juga tak kalah menarik dengan tempat wisata lainnya yang ada di Indonesia mereka tak hanya berenang di pantai. Bahkan turis Austaralia tersebut tak segan-segan untuk berjemur di bawah terik matahari ditemani dengan semilirnya angin sepoi-sepoi basah dan rindangnya ratusan pohon cemara laut.
Membangun objek wisata pantai di Pesisir Pantai Utara Jawa sangat tidak mudah, semua di dasari dengan ketekunan dan kemampuan serta integritas yang tinggi dimana pemilik obyek wisata tersebut mampu dan turut serta membangun dalam memajukan dunia pariwisata khususnya di Kabupaten Kendal.
Direktur Utama PT Wersut Seguni Indonsia (WSI) H. Denny Charso, pada wartawan Cahaya diruang kerjanya mengatakan. Hadirnya obyek wisata pantai. Thesea Pantai Cahaya adalah salah satu destinasi wisata berkonsep hutan pesisir terletak pada salah satu sudut pantura di wilayah Kabupaten Kendal, kami sebagai pengelola mendukung program pemerintah dalam pelestarian hutan di Indonesia khususnya di daerah pesisir (Goo Green) terutama di obyek wisata pantai Thesea Pantai Cahaya. “Sedangkan PT WSI selain lembaga konservasi satwa juga peduli akan kelestarian hutan oleh sebab itu, obyek wisata ini didapati dengan berbagai macam jenis ribuan tanaman pepohonan. Guna menghijaukan area wisata pantai sebagai bentuk paru-paru kesehatan agar terbebas dari pencemaran udara dan terciptanya budaya bersih. Ia mengakui semua ini berkat dukungan pemerintah daerah Kabupaten Kendal, DPRD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kehutanan serta Lingkungan Hidup.” Kata. Denny.
Ia menambahkan, Melihat animo masyarakat dan perkembangan PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) yang telah banyak menyerap tenaga kerja demi hajat orang banyak  dan, tidak sedikit dalam membangun obyek wisata pantai dengan beragam wahana hiburan bernuansa atraksi lumba, wahana air kolam renang keluarga pantai cahaya dan kebun binatang mini.
Menurut H. Denny Charso dalam membangun lokasi wisata pantai sudah menghabiskan dana mencapai puluhan miliar, semua yang kami dapat dalam membangun lokasi tersebut dari hasil show keliling. Sementara itu adanya show keliling di berbagai daerah berbagai macam azas manfaat diperoleh terutama dalam sektor ekonomi bagi para pedagang dimasing-masing daerah, belum lagi hasil pajak didaerah tersebut yang mana ketempatan adanya show keliling serta menumbuh kembangkan minat belajar para pelajar setelah menonton atraksi lumba-lumba. Namun, hadirnya show lumba-lumba terkadang kelompok-kelompok orang asing tertentu memprovokasi segelintir orang-orang lokal untuk memusuhi warga Negara yang berprestasi. Imbuhnya.
Sebelum mengakhiri perbincangannya dengan wartawan. Minggu, (15/13) dan menjelang ber-akhirnya tahun 2013 dan menyambut datangnya tahun baru 2014. Ia berharap agar kedepannya Thesea Pantai Cahaya yang bernaung di bawah panji PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) terus bekibar sampai akhir masa. Bahkan untuk langkah kedepan ia akan membangun ornamen perahu Cahaya dilengkapi dengan kolam renang serta lumba-lumba sehingga pengunjung dapat berenang bersama dengan mamalia air pintar tersebut. Katanya.(Why)
    


Selasa, 17 Desember 2013


Senin, 16 Desember 2013

Menjadikan Perusahaan Maju Tak Semudah Membalikkan Telapang Tangan
Laporan WARTA CAHAYA

     Membangun sebuah tempat wisata sekaligus sebagai Lembaga Konservasi satwa dan tumbuhan untuk menjadi besar tidaklah mudah. Banyak aral melintang dan cobaan. Keringat dan tenaga tak pernah dibayangkan. Perjalanan panjang terkadang melelahkan, demikian pepatah mengatakan.
     Hubungan kekeluargaan dalam satu perusahaan sangat diperlukan untuk mengkokohkan pondsi tempat usaha yang akan dibangun, sehingga menjadi begitu kuat tapi terkadang banyak pula yang menertawakan. Sementara lahan yang akan dipergunakan sangat sulit dijangkau perlu semangat perjuangan yang tinggi. Begitupun dalam kancah persaingan bisnis pariwisata di Jawa Tengah.
     Adalah, Bpk. H. Denny Charso pria kelahiran Ciamis tahun 1954 silam. Penampilannya yang Low Profile, bertubuh tinggi besar dan bersahaja. Ia tidak pernah memandang strata, tukang parkir sekalipun dirangkulnya. Sungguhpun begitu, karena kesuksesan bisnis sangat tergantung kepada dukungan masyarakat serta pejabat baik ditingkat Kabupaten maupun Provinsi, maka beliau pun tak segan menjalin silaturahmi dengan semua pihak. Hal itu tentu saja tidak bertentangan dengan pribadi nya yang berjiwa sosial, agamis, dan murah hati. Segunap hal itu tidak lepas dari kiprahnya selama ini dalam melanglang buana ke berbagai Mancanegara. Oleh sebab itu, tak heran bila beliau memegang erat motto bahwa perusahaan yang kaya atau makmur juga harus ditandai dengan kesejahteraan karyawan.
     Menginjakan kaki didunia bisnis yang penuh tantangan, segala upaya harus dipertaruhkan olehnya baik tenaga maupun pikiran. Tengok saja track recordnya sebelum menekuni bisnisnya saat ini.

Kamis, 12 Desember 2013

Berita



Dukungan Aliansi Indonesia Kepada Pemerintah Dalam Kasus Lumba-Lumba Dan JAAN

Laporan: DPP  Aliansi Indonesia
 

Medali Bogor Raya – Aliansi Indonesia sebagai Lembaga Sosial-Kontrol terhadap kebijakan umum penyelenggara Negara, merupakan lembaga yang telah memiliki kepengurusan secara kelembagaan disetiap daerah di Indonesia. Salah satu Anggota Aliansi Indonesia, Sdr. H. Denny Charso, yang saat ini menjadi Direktur Utama PT. WERSUT SEGUNI INDONESIA (PT. WSI), adalah Pengusaha yang bergerak dibidang pengelolaan satwa yang dilindungi, diantaranya Lumba-Lumba.
Lumba-Lumba yang dikenal sebagai hewan air yang pintar dan lucu, telah lama menjadi tontonan dan hiburan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. SementaraPT. WERSUT SEGUNI INDONESIA (PT. WSI) telah mengantongi ijin seperti:
a)     Akte Pendirian Perusahaan tanggal 19 Nopember 1998;
b)    Surat TDP No. 11.18.1.92.00213, tanggal 19 Oktober 2010;
c)     NPWP: 1.886.520.4-042;
d)    SIUP No. 101/11.18/PB/X/010/UPT, tanggal 19 Oktober 2010;
e)     SK Menteri Kehakiman RI. No. C-30 HT.01.01.TH.99, tanggal 4 Januari 1999;
f)      Surat Ijin Gangguan No. 503/295/2010, tanggal 23 September 2010;
g)     Keputusan BPN Kendal No. 460/06/II/1999, tanggal 22 Februari 1999;
h)    SK Menteri Kehutanan RI No. SK.393/Menhut-II/2011, tanggal 21 Juli 2011;
i)       Keputusan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) No. SK.9/IV-SET/2012 tanggal 30Januari 2012;
j)       MOU dengan Universitas Gajah Mada No. 360/WSI-EX/IV/2010 dan 2738/HT/2010, tanggal 27 April 2010, tentang KERJASAMA KONSERVASI MAMALIA AIR;
k)    Sertifikat dari Universitas Gajah Mada, sebagai PEMBIMBING MAHASISWA PRAKTEK KERJA LAPANGAN, FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UGM yang diselenggarakan dari tanggal 18-29 Juni 2012

PT. WSI berusaha mengukuhkan keberadaanya sebagai Pengelola Satwa dilindungi yang professional, dan hingga saat ini pun, PT. WSI telah mempekerjakan karyawan/karyawati tidak kurang dari seribu orang.
          Melihat animo masyarakat dan perkembangan PT. WSI yang telah banyak menyerap tenaga kerja, kami atas nama warga Aliansi Indonesia di tanah air, sangat mengharapkan perhatian dan kepedulian pemerintah, khususnya pihak Kementerian Kehutanan RI dan Kantor Wilayah Kehutanan disetiap daerah agar dapat memberikan dukungan kepada PT. WSI, terutama dalam hal-hal yang bersifat regulatif, sehingga tidak ada peluang orang-orang asing maupun kelompok-kelompok asing tertentu memprovokasi segelintir orang-orang local untuk memusuhi Warga Negara yang berprestasi. Hali ini perlu kita cermati dalam rangka wawasan kebangsaan Indonesia.
          Pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan RI, sebaiknya dapat membuat kebijakan dan/atau pernyataan-pernyataan, baik di media cetak maupun media elektronik, tentang keberpihakan pemerintah kepada rakyat, sesuai bidang profesi yang dijalani, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.