Minggu, 17 November 2013

Berita Terbitan MEDALI BOGOR RAYA

Edisi IV Tahun ke 1, 11-25 November 2013

   MENGAPA LUMBA-LUMBA
     MENARIK PERHATIAN JAAN?
Laporan : DPP Aliansi Indonesia







Medali Bogor Raya - Aliansi Indonesia tidak henti-hentinya mengingatkan Pemerintah, khususnya Menteri Kehutanan RI beserta jajaran, agar senantiasa waspada terhadap berbagai issu yang dikembangkan oleh orang-orang atau kelompok orang Asing yang ingin menjalankan strategi pecah-belah untuk menguasai Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Ekonomi (SDE) yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.
     Salah satu contoh issu yang hangat dibicarakan adalah issu penyiksaan terhadap Lumba Lumba yang dilakukan oleh salah satu Pengusaha hiburan yang sudah berpengalaman selama 40 (empat puluh) tahun di Gelanggang Samudra Ancol, Bp. H. Denny Charso, yang saat ini menjadi Direktur Utama PT. Wersut Seguni indonesia (PT. WSI).
     Issu penyiksaan terhadap satwa (Lumba-Lumba), dihembuskan oleh beberapa Orang Asingyang merekrut beberapa orang penduduk lokal yang menamakan diri sebagai "pecinta binatang", dengan nama Jakarta Aid Animal Network (JAAN).
     Dengan memasang beberapa kamera tersembunyi, mereka merekam para ibu-ibu pengunjung sirkus yang lelah karena antri membeli karcis masuk arena sirkus. Lalu mereka juga menghitung uang sebagai pendapatan dari pertunjukan sirkus secara detail. Sementara "Fitnah dan Provokasi yang dilancarkan oleh sekelompok orang asing yang memanfaatkan penduduk lokal tersebut, masih terus berupaya menyerang dan mendiskreditkan PT. WSI sebagai salah satu pengelola satwa yang dilindungi.
     Padahal PT. WSI sendiri, dengan keahlian yang mereka miliki, sangat berusaha untuk dapat memanfaatkan hewan-hewan yang dilindungi tersebut bagi kepentingan hiburan maupun wawasan tentang keunikan dan kepintaran Lumba-Lumba. Dan untuk itu, PT. WSI telah memiliki legalitas perusahaan dan izin-izin, antara lain:
a. Akte Pendirian Perusahaan tanggal 18-Nopember 1998;
b. Surat TDP No. 11.18.1.92.00213, tanggal 19 Oktober 2010;
c. NPWP: 1.886.520.4-042;
d. SIUP No. 101/11.18/PB/X/010/UPT, tanggal 19 Oktober 2010;
e. SK Menteri Kehakiman RI. No. C-30 HT.01.01.TH.99, tanggal 4 Januari 1999;
f. Surat Ijin Gangguan No. 503/295/2010, tanggal 23 September 2010;
g. Keputusan BPN Kendal No.460/06/II/1999, tanggal 22 Februari 1999;
h. SK Menteri Kehutanan RI No.SK.393/Menhut-II/2011, tanggal 21 Juli 2011;
i. Keputusan Dirjen Perlindungan hutan dan Konservasi Alam (PHKA) No.SK.9/IV-SET/2012 tanggal 30 Januari 2012;
j.MOU dengan Universitas Gajah Mada No. 360/WSI-EX/IV/2010 dan 2738/P/HT/2010, tanggal 27 April 2010, tentang KERJASAMA KONSERVASI MAMALIA AIR;
k. Sertifikat dari Universitas Gajah Mada, sebagai PEMBIMBING MAHASISWA PRAKTEK KERJA LAPANGAN, FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UGM yang diselenggarakan dari tanggal 18-29 Juni 2012;
     Yang menarik dari kajian JAAN tentang bisnis PT. WSI adalah hanya dari sisi "pendapatan" saja, mereka tidak merasa perlu menghitung "pengeluaran/biaya" yang dikeluarkan oleh PT. WSI, yang telah mempekerjakan ribuan karyawan dan biaya perawatan/pemeliharaan terhadap Lumba-Lumba itu sendiri.
     DPP Aliansi Indonesia berharap agar pihak Kementerian Kehutanan RI dapat lebih rasional melihat persoalan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam di Indonesia.
     Apabila benar-benar ingin menertibkan perilaku manusia terhadap binatang, maka seharus-nya kegiatan di semua Kebun Binatang yang selama ini memperagakan keunikan dan kelucuan satwa-satwa terteuntu, harus ditindak tegas.
     Begitu juga para Sais Delman, para Pembajak Sawah yang mengeksploitasi Kerbau, para Joki yang menunggangi Kuda, Atlit Karapan Sapi, termasuk para Anggota Kepolisian Negara yang mengeksploitasi kemampuan Anjing untuk tugas-tugas Pelacakan, dan lain-lain, sehingga masyarakat awam pun tidak akan menilai kalau Menteri Kehutanan RI bersikap Ambigu dalam kebijakannya.
     DPP Aliansi Indonesia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan RI, dapat meninjau ulang kebijakan dan/atau pernyataan-pernyataan, baik di media cetak maupun media elektronik, untuk mencegah timbulnya keresahan dikalangan masyarakat luas. Sebagai Pembantu Presiden yang membidangi masalah Kehutanan di Indonesia, masih banyak persoalan lain yang jauh lebih penting yang harus diselesaikan untuk kepentingan Bangsa dan Negara, daripada harus mengakomodir keinginan JAAN tentang Lumba-Lumba milik PT. WSI.