Jumat, 10 Januari 2014

Lindungi Masyarakat dari Kepentingan Pihak Asing

 Ketua Umum Aliansi Indonesia H.Djoni Lubis mengajak seluruh pejabat tinggi negara TNI/Polri, pengusaha dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mencegah semua jenis pungutaan liar, KKN dan peredaran narkoba yang telah menyengsarakan masyarakat. "Kepedulian dan rasa tanggung jawab Aliansi Indonesia senantiasa dibuktikan melalui tindakan nyata untuk pertama menyelamatkan aset negara, kedua menegakkan keadilan dan kebenaran serta yang ketiga menjaga negara kesatuan republik Indonesia,"ujarnya.

Salah satu anggota Aliansi Indonesia yang kebetulan adalah salah satu pengusaha hiburan yang sudah berpengalaman selama 40 tahun di Gelanggang Samudera Ancol yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) H.Denny Charso belum lama ini merasa diganggu oleh sekelompok LSM asing karena telah melakukan eksploitasi hewan. "Jakarta Animal Aid Network (JAAN) telah mendiskreditkan PT WSI. Padahal PT WSI telah memiliki surat izin dan persyaratan,"H.Denny Charso.

Sementara itu seperti diketahui kalau kelompok LSM  asing itu pernah diusir dari Pulau Karimun Jawa oleh masyarakat setempat karena dianggap penduduk telah merusak lingkungan dan mengadu domba masyarakat setempat. Namun mereka meminta dukungan kepada Menteri Kehutanan Zulkupli Hasan untuk mendukung aksi mereka menentang eksploitasi hewan.

Dan pada beberapa waktu lalu Menteri Kehutanan bersama rombongan telah melepasliarkan dua ekor lumba-lumba Hidung Botol atau dikenal dengan istilah Tursiops Aduncas dari sebuah restoran di Bali.

Mencermati kebijakan tersebut, Ketua Umum Aliansi Indonesia meminta kepada Menteri Kehutanan agar tidak mudah terpancing issu."Saya berharap bapak menteri tidak terpancing issu cinta lumba-lumba,"ungkapnya. [Berita Cahaya]
Pengusaha Sirkus Lumba-lumba Merasa Tidak Eksploitasi Hewan
Miliki Ijin



Pernyataan Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya Harzani, tentang penolakan terhadap sirkus lumba-lumba keliling adalah bentuk eksploitasi yang kejam dan bukan sarana pendidikan bagi anak-anak maupun orang dewasa, melainkan bisnis semata serta mencari keuntungan bagi pengusaha sirkus lumba-lumba, ditentang langsung oleh pemilik Lembaga Konservasi Satwa Mamalia Air dan Tumbuhan, H. Denny Charso yang juga selaku Direktur Utama PT Wersut Seguni Indonesia (WSI).

Menurutnya, pernyataan Pramudya sangat tidak benar, dan hanya pembohongan publik agar sirkus lumba-lumba ditiadakan. “Semua yang kita lakukan dalam setiap pemberian makan dan bahan kimia klorin pada air, sudah memenuhi standarisasi International.

Surat izin sekalipun sudah ada dan resmi, mau apalagi? We are expert and we have many experience dalam hal apapun dibidang konservasi satwa (lumba-lumba). Pemerintah melalui Kementrian Kehutanan tidak akan memberikan izin pada LK tersebut.

Bila tidak mempunyai pengalaman dan keahlian dibidangnya. Jangan hanya pemilik sirkus lumba-lumba saja yang selalu diberitakan. Kalau memang Ia penyayang hewan buktinya mana,”ujar Deny.

“Apakah tidak salah JAAN mengatakan, kami-kami ini pengeksploitasi kejam. Justru JAAN sendirilah yang mengeksploitasi harkat martabat Bangsa Indonesia. Dengan berdalih penyayang hewan untuk mendapatkan dana bantuan asing dan berusaha menghancurkan usaha sirkus lumba-lumba. Mau dibawa kemana masyarakat kita ini, mencari lapangan pekerjaan saja sudah sulit,”sambung Deny.

Ditambahkannya, bila memang sirkus ini ditiadakan dan protes penolakan sirkus lumba-lumba harus dibubarkan, Deny mengatakan silakan saja namun dengan syarat.

“Boleh-boleh saja asalkan karyawan kami yang berjumlah ratusan orang harus bisa di “PNS” kan. Mampukah JAAN merealisasikannya. Sedangkan PT WSI ini taat akan pajak. Pertanyaannya, apakah JAAN membayar pajak pada pemerintah,”ungkap Deny berang.

Sementara itu, Wakil Sekretaris II Investigasi Aliansi Indonesia, Sigit H mengatakan, Zulkifli Hasan selaku Menteri Kehutanan diharapkan berpihak kepada pengusaha yang bergerak di bidang sirkus lumba-lumba.

Seperti diketahui, Deny yang sudah berkecimpung di dunia perlumba-lumbaan sejak 38 tahun dan pensiun dini pada tahun 2000 di Gelanggang Samudra Ancol telah memiliki Surat Izin Kepmenhut RI No.SK.393/Menhut-II/201 dan Surat Izin Peragaan. [Berita Cahaya]

Sabtu, 04 Januari 2014

Malam Pergantian Tahun Baru di the sea Pantai Cahaya



Sorakan Pengunjung di Malam Pergantian Tahun

Di The Sea Pantai Cahaya Weleri Kendal

 







Merayakan malam pergantian tahun baru 2014, di obyek wisata The Sea Pantai Cahaya dengan menghadirkan pesta kembang api selama 60 menit sehingga begitu memukau perhatian pengunjung. Sebanyak ribuan pengunjung datang dari berbagai penjuru kota di Jawa Tengah menonton pesta kembang api sambil bersorak dan meniupkan terompet di lokasi bibir pantai ditemani gemuruh suara ombak, untuk merayakan malam pergantian tahun di obyek wisata pantai tersebut. “Maklum saja obyek wisata pantai cahaya bertekstur hutan pesisir ini bahkan sudah dikenal sampai manca negara dengan berbagai wahana hiburan dan atraksi lumba-lumba. Wahana hiburan wisata Pantai Cahaya tersebut bernaung di bawah panji PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) dikomandoi oleh H. Denny Charso selaku Direktur Utama.

Malam pergantian tahun di pantai cahaya rupanya membawa angin segar bagi para pedagang karena omzet pendapatan mereka semakin bertambah tidak seperti hari libur lainnnya. Serta hadirnya para pedagang dadakan tidak lain adalah warga sekitar yang tidak jauh dari lokasi wisata dengan memasang tenda dipinggir pantai. Namun pihak pengelola wisata tidak mempermasalahkan dan selalu welcome demi kebersamaan dan kemakmuran warga sekitar. Guna memanfaatkan moment berharga untuk berjualan disiang hari dan  berlomba-lomba untuk mengais pundi-pundi rupiah.
GM Marketing Eksekutif Ade Kusmana pada wartawan mengatakan. Malam pergantian tahun di obyek wisata pantai. The Sea Pantai Cahaya selalu menghadirkan Pesta Kembang Api dan di tahun 2014 ini kembang api yang ditampilkan lebih menggelegar dan spektakuler. Belum lagi hiburan musik di malam tahun baru adalah Band Indie dan pada pagi harinya pengunjung di suguhkan dengan hiburan musik dangdut Dolpin Angel di bawah naungan GM. Pengembangan Produk dan Acara Nova Handani, SE.
Menurut Ade Kusmana. Keberhasilan perayaan malam tahun baru adalah keberhasilan bersama sehingga perayaan malam tahun baru di obyek wisata The Sea Pantai Cahaya berjalan sukses.
Lebih jauh ia menambahkan, untuk acara pergantian tahun berikutnya kami akan mendatangkan artis-artis top Ibu kota guna menghibur pengunjung yang datang kelokasi obyek wisata The Sea Pantai Cahaya. Kata. Ade Kusmana mengakhiri perbincangan dengan wartawan. Rabu, (1/1). (Wd)