Jumat, 10 Januari 2014

Pengusaha Sirkus Lumba-lumba Merasa Tidak Eksploitasi Hewan
Miliki Ijin



Pernyataan Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya Harzani, tentang penolakan terhadap sirkus lumba-lumba keliling adalah bentuk eksploitasi yang kejam dan bukan sarana pendidikan bagi anak-anak maupun orang dewasa, melainkan bisnis semata serta mencari keuntungan bagi pengusaha sirkus lumba-lumba, ditentang langsung oleh pemilik Lembaga Konservasi Satwa Mamalia Air dan Tumbuhan, H. Denny Charso yang juga selaku Direktur Utama PT Wersut Seguni Indonesia (WSI).

Menurutnya, pernyataan Pramudya sangat tidak benar, dan hanya pembohongan publik agar sirkus lumba-lumba ditiadakan. “Semua yang kita lakukan dalam setiap pemberian makan dan bahan kimia klorin pada air, sudah memenuhi standarisasi International.

Surat izin sekalipun sudah ada dan resmi, mau apalagi? We are expert and we have many experience dalam hal apapun dibidang konservasi satwa (lumba-lumba). Pemerintah melalui Kementrian Kehutanan tidak akan memberikan izin pada LK tersebut.

Bila tidak mempunyai pengalaman dan keahlian dibidangnya. Jangan hanya pemilik sirkus lumba-lumba saja yang selalu diberitakan. Kalau memang Ia penyayang hewan buktinya mana,”ujar Deny.

“Apakah tidak salah JAAN mengatakan, kami-kami ini pengeksploitasi kejam. Justru JAAN sendirilah yang mengeksploitasi harkat martabat Bangsa Indonesia. Dengan berdalih penyayang hewan untuk mendapatkan dana bantuan asing dan berusaha menghancurkan usaha sirkus lumba-lumba. Mau dibawa kemana masyarakat kita ini, mencari lapangan pekerjaan saja sudah sulit,”sambung Deny.

Ditambahkannya, bila memang sirkus ini ditiadakan dan protes penolakan sirkus lumba-lumba harus dibubarkan, Deny mengatakan silakan saja namun dengan syarat.

“Boleh-boleh saja asalkan karyawan kami yang berjumlah ratusan orang harus bisa di “PNS” kan. Mampukah JAAN merealisasikannya. Sedangkan PT WSI ini taat akan pajak. Pertanyaannya, apakah JAAN membayar pajak pada pemerintah,”ungkap Deny berang.

Sementara itu, Wakil Sekretaris II Investigasi Aliansi Indonesia, Sigit H mengatakan, Zulkifli Hasan selaku Menteri Kehutanan diharapkan berpihak kepada pengusaha yang bergerak di bidang sirkus lumba-lumba.

Seperti diketahui, Deny yang sudah berkecimpung di dunia perlumba-lumbaan sejak 38 tahun dan pensiun dini pada tahun 2000 di Gelanggang Samudra Ancol telah memiliki Surat Izin Kepmenhut RI No.SK.393/Menhut-II/201 dan Surat Izin Peragaan. [Berita Cahaya]